Minggu, 06 Oktober 2013

MEMORO OF GK 21

Belajar beradaptasi dengan orang-orang yang belum pernah mengenal sebelumnya, hanya dengan waktu singkat harus saling melengkapi. Bukan bersaing namun harus segera membentuk indahnya komunikasi sehingga terbentuklah keluarga baru yg harmonis #katanya ^^.

Susah tapi tak sesulit yang terbayangkan.
Setiap orang membawakan karakter yang berbeda, itulah yang harus membuat kepala ini berfikir. Mencari cerita tanpa harus mengukur ribuan kilometer dengan waktu yang lama. Hanya sejenak mingkin dengan satu kedipan mata saja perjalanan ini tlah usai.

Cerita unik, singkat yang mungkin tak dapat terulang dikesempatan kedua yang patut untuk di abadikan. “Amazing”. Saya banyak belajar dari mereka dan inilah rangkaian pelajaran yang saya saya kemas rapih di sini :

 The first dari sosok Disca yang manja dia mengajarkan ku untuk selalu berdo’a, ikhlas dengan penuh kasih.
 Dengan leha saya belajar untuk dewasa, bukan memerintah namun ketegasan untuk selalu diperhatikan. Mami memeng patut engkau memiliki itu. tq mami :*
 Dengan Pras, ku diajarkan tertawa serta peka terhadap suasana yang ada. Menghargai walau terkadang tak sebaliknya.
 Dengan tiyas, ku belajar kejujuran tanpa ada satupun yang disembunyikan dalam diri. Jujur meski sakit saat itu dirasakan namun setidaknya itu lah kebenarannya.
 Dengan Udin, aku belajar profesional. Meski santai tapi tetap berfikir.
 Dari devita, aku belajar untuk pelan, tinggalkan grusah-grusuh *istilah jawanya dalam melakukan apapun tapii tidak berariti terus lemot lo yha..
 Dengan Yuli sebut saja yanti, iya mengajari ku untuk berbicara.

Sabtu, 15 Juni 2013

belum "belum ada....

gokil ketika bejibun orang bergerumbul dimana-mana serombongan ini berteriak histeris.

ada beberapa percakapan antara beberapa oerang yang menanyakan sebuah hubungan. *lagi-lagi hubungan.
sebut saja nama masing-masing dengan, fina, egi, angga dan lola. tepat empat orang yang bisa disebut empat seangkai.
Fina seorang wanita cantik tak banyak otak-atik kata-kata yang katanya ni dia orang barusna dapet pacar. Sebut saja mendapatkan seorang pahlawan, tepatnya palawan buat pengiritan. Itu sebabnya ni pacar sukanya keliling dan nganterin minyak tiap pagi kerumah fina. Bangga menyelimuti hatinya karena sosok pahlawan pagi-pagi sudah menjadi penyelamat, itu dikarenakan harga minyak saat ini kan mahal. jadi manfaatin aja ini peluang, itung-itung pengiritan #gubrag matre ni cewe,,ehee.

ketika ditanya kamu cinta fin? iya cinta lah.
trus dia berbalik menayakan kepada ketiga orang di sekelilingnya. lah kalian udah pada punya cewe belum. mulai dari Angga, sosok orang yang lebih layak disamakan dengan pohon beringin, yang rindang akibat rambut kribonya mengembang sampe nyaris mukanya g keliatan. dia menjawab "kalo gue sih g terlu peduli ma cewe, cuma ngerepotin aja kerjaanya, mau fokus sama kuliah dulu lah". halah cie eice kagak pentes kamu mah ngomong gitu muka ugal-ugalan g keurus Ga, tepatnya kagak laku itu kali." 
mendingna yang ngomong gitu mah si Egi nah. Udah cakep, kutu buku, udah watados (wajah tanpa dosa), cuek abis tapi g ketinggalan dia orang termasuk pengikut alay. Lihat aja waktu ditanya dan ngasi jawaban dengan nada meyakinkan tapi bikin mual-mual.
kalo lu gi gimana udah punya cewek belum? jawabnya sih santai "belum" masak??! "belum ade yang cocok maksudnye" "cocok dimanaya?" "cocok di kantong ama dihati, gue pan cakep dan g ketinggalan keren". owh no...tragis.. sungguh jawaban yang menakjubkan #gubrak

inspirasi dari sebuah obroan di radio #jizz fm

SURAT PERJANJIAN


                                                                                                 Yogyakarta, 15 Juni 2013

                Yang bertanda tangan dibawah ini adalah para pihak dalam perjanjian hutang piutang yang mana para pihak sebagaimana disebutkan:

Pihak pertama selajutnya disebut debitur
Nama: Mufida Herdani
Alamat : Yogyakarta 2013
Pekerjaan : Debitur (tahun 2013-seterusnya)
bertanggungjawab untuk melakukan cicilan setiyap harinya ninimal Rp. 2000 kepada kreditur
dengan pembayaran secara tunai/angsuran.

Pihak Kedua selanjutnya disebut Kreditur
Nama: gattino (italia)
Pekerjaan: pemegang modal >>masa jabatan selama satu tahun
bertanggung jawab mengembangkan dan mengamankan dana dari para kreditur

                   Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya, dengan kondisi sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Apabila ada pelanggaran terhadap perjanjian ini akan dikenakan saksi denda sebesar 10% per harinya.

                      Pihak I                                                                        Pihak II



                 (Mufida Herdani)                                                           (gattino/itali)



ayo mulai budayakan menabung sejak hari ini, mumpung kesadaran itu muncul ^^
lumayan ketika anda mengumpulkan Rp. 2.000 perharinya, selama setahun akan terkumpul Rp 720.000, apalagi bisa lebih besar. asal tetap konsisten dengan terus menciptakan sikap hematisme.

Jumat, 14 Juni 2013

"bermimpilah setinggi langit"

langit itu tinggi
elok bahkan bisa berubah menyeramkan
ada namun seperti tak nyata
luas tanpa batas
mungkin hanya hayalan saja bisa menggapai langit
toh tetika diketinggian pun anda tak dapat penyentuhnya

begitulah dengan mimpi, impian, harapan cita-cita
apalah kata-kata itu 
menurut saya sama saja artinya
dia itu ada namun sepertinya tak nyata
ya memang seperti itu adanya
ada dalam pikiran anda


akan tetapi realita itu memang belum berwujud

tergantun kepada anda menaggapi keinginan-keinginan itu
akankah hanya dijadikan hayalan
atau akan mencoba terbang dan mengharap kan menggapainya

begini kata pepatah "bermimpilah setinggi lagit"
tak salah memang ungkapan itu
bermimpi apapun, sebagaimanapun tanpa batas
mimpi juga menawarkan keindahan
berkelok bersama suasanya yang terkadang mengerikan
setelah berjalan pasti akan ada mimpi-mimpi lain yang mulai bermunculan



Tanpa Pilihan

Aku memilihmu untuk berdamai bukan lagi tuk kau cari-cari kesalahan ku yang tak pernah kau perhitungkan sebelumnya. Hanya pilihan saja sebenarnya. pilihan yang membelenggu kaki ini agar tetap berjalan di alur mu, menuruti apa yang kau perintahkan menyanjungmu dengan terpaksa. itu sangatlah membosankan. Andai sajan dapat ku putar waktu semauku tak akan pernah masa ini ku tarik di list baris hidup ku.
Kau memang selalu rendah memandang kawan mu, kamu selalu berpikir kekuasaan lah yang paling tinggi. Hingga kau hambur-hamburkan seluruh hartamu dan kemudian kau membuang kepercayaan itu begitusaja. 
Aish... memang sampah itu lebih busuk ketimbang bangkai. 

Andai ku tak pernah berhutang budi padamu, tak ada relefansinya ku berdiri disini saat ini. Hanya karena kisah ku 10 tahun silam. kau temukan ku bersama orang-orang kerdil, kusut, bahkan sangat buas yang amat kelaparan, sehingga merubah diriya seperti kanibal memangsa sesama bahkan itu kerabatnya sendiri.Begitulah kusebut keluargaku yang amat lalim terhadap harta peninggalan orang tuaku. Saat itu ku dalam keadaan amat terpukul, berdiam didalam kamar seusai pemakaman kedua orang tuaku. Tak ada satupun orang berada disamping ku, apalagi menghibur kesedihan ini. Mereka justru sangat sibuk menuntut hak mereka, pengacara didatangkan, bahkan yang lebih parah lagi mereka mengobrak-abrik alamri demi mencari secarik kertas layaknya emas mulia yang patut untuk di rebutkan. 

Aku keluar kamar melihan kegaduhan ini, sepontan tangis ini tak bisa terhenti, merengek bagai anak kecil yang ingin permen namun tak dibelikan. Maklum lah umur ku saat itu baru sebelas tahun.Tak ada lagi orang yang dapat ku percaya. satu-satunya hanyalah orang itu yang berdiri dimuka pintu, mematung tak dapat berbuat apapun. dialah orang kepercayaan orang tuaku, satu harapan ini masih kusisakan kapadanya. 

Harapan ku ini tak pernah salah dia yang memperjuangkan ku dan bisnis keluarga ini tak carut marut, walaupun dia tlah membuat ku terlena dalam kenyamanan yang sekarang. sampai kealapaan ku pun tak pernah ditegurnya. Rupanya memiliki motif tersendiri sekarang, menolongku bukan karena kasihan justru karena kunci utamanya ada ditangan ku, sebuah goresan tinta untuk setuju. itu yang ia kejar ketika ku menganjak dewasa.

Tragis, memang tak ada orang yang patut untuk dipercaya dibawah kaki yang hina ini. pilihan ku hanyalah membiarkan dia agar tetap disini dengan menganggap tak ada apa-apa hingga ku tetap dapat terus menurut apa kata mu, atau ku harus membiarkanya pergi dengan secarik goresan tinta dari tangan ku. terserah ku hanya dapat psrah, ku kembalikan semua ini pada MU Tuhan.